Gresik, metropantura.id
Normalisasi Kali Lamong di Gresik menjadi salah satu program prioritas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Hal ini sejalan dengan program yang tertuang dalam Nawa Karasa.
Dalam penanganan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui sumber daya air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) terus berupaya mengendalikan banjir dengan melakukan normalisasi pengerukan dan pembangunan tanggul berupa tembok atau disebut parapet wall.
Jabatan fungsional teknik pengairan ahli muda Dinas PUTR Kabupaten Gresik Andik Wijaya mengatakan, saat ini Dinas PUTR melalui SDA focus menangani penanggulan banjir wilayah selatan Kali Lamong. Menurutnya, pengendalian banjir ada tiga fase, jangka pendek, jangka menengah dan panjang.
“Saat ini Dinas PUTR melalui SDA focus menangani banjir wilayah selatan khususnya Kali Lamong. Dengan pengendalian ada tiga fase. Fase jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.” ujar Andik Wijaya saat dikonfirmasi pada Rabu (21/08/2024).
Andik menambahkan, jangka pendek normalisasi yang dikerjakan ialah dengan membangun parapet dan tembok penahan tanah yang sudah dikerjakan sejak tahun 2011 meliputi wilayah Balongpanggang-Cerme.
Kedua kata Andik melanjutkan, jangka menengah yang saat ini dikerjakan adalah dengan membangun retarding disepanjang tanggul aliran sungai.

“Proses pelaksanaan pembangunan retarding saat ini didesa Tambak Beras wilayah Kecamatan Cerme, itu jangka menengah. Dan kalau jangka panjang itu pembangunan waduk pedes di wilayah lamongan yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengan Solo (BBWS).”lanjutnya.
Andik menyebutkan, panjang Kali Lamong tersebut kurang lebih 100 KM, dan ada empat Kabupaten yang dilalui aliran sungai tersebut meliputi wilayah Kabupaten Mojokerto, Lamongan, Gresik dan Surabaya.
“Dari seratus kilo meter panjang Kali Lamong, ada empat Kabupaten yang dilalui kalau tersebut, di Gresik saja kurang lebih ada 58 kilo.”sebutnya.
Komitmen tersebut kata Andik melanjutkan, dalam pembebasan lahan untuk pembuatan parapet atau tanggul sudah dilakukan. Progresnya pun menggembirakan, bahkan pemerintah pusat melalui BBWS berkomitmen percepatan pembangunan.
“Pada 2021 tahun lalu pengerjaan tanggul parapet telah dibangun di Desa Jono dan Tambakberas Kecamatan Cerme sepanjang 1,3 kilometer. Dan ditahun 2024 ini juga didesa Jono panjang 200 meter juga sudah selesai.”kata Andik.
Tidak hanya tanggul besar, Andik menambahkan, perbaikan juga dilakukan di anak sungai yang sempat mengalami sedikit dangkal yang mengakibatkan banjir.
“Agar tidak ada pendangkalan, kita lakukan pengerukan di beberapa anak sungai. Ini semua dilakukan bagian upaya pengendalian banjir Kali Lamong”pungkasnya.(sgg)























