Gresik, metropantura.id
Nur Hudi Didin Arianto pemilik pesanggrahan Keramat Ki Ageng yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik mengaku siap memenuhi undangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik pada Kamis (09/06/2022) besok.
“Siap. Saya siap hadiri undangan MUI besok (Kamis),” ucap Nur Hudi saat dikonfirmasi awak media usai mengikuti jumpa pers di Kantor DPD Nasdem Jalan Veteran Gresik, Rabu (8/6/2022) sore.
Selain mengaku siap hadir, Nur Hudi juga siap memberikan penjelasan kepada MUI terkait ritual pernikahan manusia dengan kambing di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng yang diasuhnya.
“Saya akan jelaskan kepada MUI,” katanya.
Nur Hudi menyatakan bahwa dirinya dalam pernikahan manusia dengan kambing hanya sekadar membantu pemilik konten Arif Syaifullah.
“Untuk itu, saya dengan hati yang tulus meminta maaf karena kejadian itu telah membuat masyarakat gaduh, resah,” ujarnya.
Ia juga meminta maaf kepada MUI, PCNU, Muhammadiyah, Kemendepag, DPRD, Polres Gresik, dan komponen lain, serta masyarakat Gresik dan masyarakat Indonesia atas kejadian itu.
“Saya juga meminta maaf kepada saudara sesama muslim, non muslim, suku, adat, dan lainnya atas kejadian tersebut,” jelasnya.
Nur Hudi juga menambahkan, bahwa dalam ritual pernikahan manusia dengan kambing tidak ada niatan untuk menistakan agama. Namun, itu semata-mata untuk membantu membuat konten.
“Sekali lagi saya katakan hanya membantu teman, saudara saya Mas Arif Syaifullah untuk membuat konten di Youtube,” pungkasnya.
Diketahui sejak beredarnya vidio terkait prosesi ritual pernikahan anatara manusia dan se-ekor kambing yang membuat geger warga Gresik, MUI mengundang Nur Hudi, yang juga anggota Fraksi Nasdem DPRD Gresik itu, bersama sejumlah pelaku prosesi ritual pernikahan yang ada dalam vidio tersebut, diantaranya, Spritualis Nusantara Saiful Arif (44), warga Desa Klampok, Kecamatan Benjeng.(sgg)























