Gresik, metropantura.id
Tahun ajaran baru telah tiba. Seluruh peserta didik dari jenjang kelas 7, 8, dan 9 Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al Ibrah Gresik mengikuti kegiatan pembukaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Senin (17/07/2023).
Jika sebelumnya MPLS identik dengan perploncoan kepada peserta didik baru, tetapi kini tidak lagi. Khususnya di SMPIT Al Ibrah yang terkenal dengan sekolah bintang berbasis Qur’an.
Kegiatan MPLS dikemas dengan kegiatan yang lebih menyenangkan yakni dengan pengenalan Budaya Nusantara.
“MPLS memang seharusnya menjadi momen yang menyenangkan serta memberikan edukasi yang lebih optimal. Khususnya untuk hari ini kami ingin mengenalkan berbagai macam keanekaragaman nusantara, salah satunya lewat baju adat yang dikenakan oleh para guru. Tentunya ini semoga akan terpatri di benak peserta didik SMPIT Al Ibrah” ujar Mulyono, M. Pd, selaku Kepala SMPIT Al Ibrah Gresik.
Dari salah satu peserta didik kelas 9, Nindya Nabila Anindita pun memberikan kesan terhadap acara pembukaan MPLS kali ini, “Amazing untuk pembukaan MPLS, kami semua dari kelas 7, 8, dan 9 merasa sangat senang disambut oleh para Ustadz dan Ustadzah semua. Pakaian adat yang dipakai oleh Ustadz dan Ustadzah pun sangat keren dan menginspirasi kami semua”.
Selain acara upacara pembukaan MPLS, Moel sapaan akrab kepala SMPIT Al Ibrah juga mengadakan tanda tangan MoU bagi sekolah yang siap menjalankan program sekolah anti perundungan. Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh kepala sekolah, komite sekolah, dan perwakilan dari peserta didik.
“Dengan adanya agenda tersebut, diharapkan sekolah bisa menjadi lingkungan yang ramah anak, ketika anak nyaman dalam menuntut ilmu, berinteraksi dengan teman sejawat, maka sekolah menjadi tempat idaman dalam menuangkan aspirasi-aspirasi atau ide gagasan demi membentuk karakter-karakter positif dari diri mereka”, kata Lili Harmayani, Ketua Komite Sekolah.(*/sgg)






















