Gresik, metropantura.id
Untuk menunjang kinerja pemerintah media massa memiliki peranan penting dalam aspek komunikasi, utamanya di era teknologi informasi seperti saat ini. Agar tak menimbulkan bias di masyarakat, masyarakat harus paham dan bisa membedakan antara karya jurnalistik dan media sosial (medsos). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melaluhi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Forkopim) gelar Focus Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan narasumber wartawan senior Ashadi Ik.
Selain menghadirkan narasumber Wartawan senior Ashadi Ik hadir pula Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Sa’idah dan anggota badan anggaran DPRD Gresik, Wongso Negoro serta dihadiri oleh puluhan peserta dari Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Gresik yang dihelat di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Kamis (14/04).
Dalam sambutanya Cak As panggilan akrabnya Ashadi Ik menyampaikan, di tengah gencarnya arus informasi yang beredar, ditambah dengan tingginya penggunaan media sosial yang bebas di akses masyarakat umum kerap menimbulkan bias informasi yang beredar di masyarakat. Maka dari itu masyarakat harus paham mana yang prodak jurnalis dan mana prodak medsos.
“Jadi intinya kita harus benar benar paham dan biasa membedakan antara media dan medsos.” Ujar Cak As.
Permasalahannya, lanjut Cak As menyampaikan, kadang informasi yang begitu deras di media sosial tersebut tidak sepenuhnya benar, bahkan menyesatkan. Oleh karenanya, diperlukan suatu saluran atau media yang benar-benar berkompeten dan layak untuk dijadikan rujukan informasi bagi masyarakat, disinilah peran media massa diperlukan.
Selain itu Cak As juga mengingatkan kepada peserta FGD untuk tidak takut menghadapi awak media yang bertugas dikabupaten Gresik. Bahkan pihaknya memastikan bahwa di Gresik ada dua organisasi kewartawanan dan itu semua inzaallah sudah melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Jangan takut untuk menghadapi wartawan, sampaikan apa adanya. Jangan lupa ditanya dari mana. Inzaallah kalau digresik ini semua wartawanya sudah melalui sertifikasi kompetensi wartawan dari dewan pers.”katanya.
Senada dengan Kepala bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekda Gresik, Gunawan Purna Atmaja, dalam sambutannya saat membuka kegiatan menjelaskan bahwa pemerintah daerah dengan media sejatinya sangat berkaitan. Ini karena pemerintah butuh media untuk menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat, dan di sisi lain media juga memerlukan pemerintah sebagai salah satu sumber berita.
“Media merupakan partner bagi pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Gresik. Lewat media, pemerintah daerah menyampaikan semua informasi kepada masyarakat dan di lain pihak media juga memberikan _feedback_ yang membangun untuk kemajuan daerah itu sendiri,” terang Gunawan.(sgg)
























