Gresik, metropantura.id
PT Linde Indonesia buka suara soal insiden yang menghebohkan warga Roomo, Manyar, Gresik, Selasa (29/7/2025) malam. Melalui Head of SHEQ (Safety, Health, Environment and Quality), Andita Huda, perusahaan menegaskan bahwa kejadian itu bukanlah kebakaran, melainkan kebocoran material Perlite dari perangkat Coolbox.
Menurut Andita, kebocoran terjadi sekitar pukul 19.45 WIB dan berlangsung sekitar 15 menit. Saat kejadian, proses produksi sedang dalam tahap pemanasan (warming up) setelah sebelumnya dilakukan plant shutdown sejak 1 hingga 26 Juli 2025 untuk pemeliharaan rutin.
Menurut Andita, tekanan dalam Coolbox meningkat tajam sehingga memicu sistem pengaman (safety device) otomatis membuka dan mengeluarkan material Perlite.
“Ini bukan kebakaran. Yang terjadi adalah pelepasan Perlite karena tekanan di Coolbox naik. Sistem pengaman kami secara otomatis mengeluarkan Perlite ketika tekanan dalam Coolbox naik melebihi batas. Perlite berfungsi sebagai insulasi untuk menjaga suhu minus hingga 100 derajat,” jelas Anindita, Kamis (31/7/2025).
Insiden ini memicu kekhawatiran warga di sekitar pabrik. Sejumlah warga dari Desa Roomo dan Sukomulyo mendatangi pabrik untuk menyampaikan protes.
Menanggapi protes warga, PT Linde segera melakukan penghentian darurat (emergency stop) dan mengikuti proses mediasi yang difasilitasi aparat keamanan dan pemerintah desa setempat.
Perlite sendiri adalah material tambang berupa pasir silika yang digunakan sebagai lapisan pendingin. Namun, jika terhirup manusia, bisa menyebabkan sesak napas, iritasi mata hingga sakit tenggorokan.
Sejak 1 Juli 2025, PT Linde diketahui sedang melakukan plant shutdown untuk keperluan perawatan. Pada 25 Juli pagi, proses warming up dimulai dan berjalan normal hingga insiden terjadi di tanggal 29 Juli 2025.
Akibat insiden tersebut, sebanyak tujuh warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Enam di antaranya sudah diperbolehkan pulang, namun satu warga laki-laki berusia 17 tahun masih dalam pengawasan medis di RS Petrokimia Gresik.
“Korban satu orang masih diobservasi untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatannya,” tambah Andita.
Wilayah terdampak meliputi Desa Roomo dan sebagian Desa Sukomulyo. Saat ini, PT Linde menghentikan operasional mesin sebagai bentuk komitmen atas kesepakatan dengan warga, hingga kondisi benar-benar aman.
Pihak perusahaan juga menyebut sedang melakukan investigasi internal guna mengetahui penyebab utama kenaikan tekanan di Coolbox. Selain itu, PT Linde juga melakukan pembersihan area, perawatan instalasi, dan tengah mendata potensi kerugian material maupun non-material bersama pihak Bumdes setempat.
Pabrik milik PT Linde di Gresik diketahui memproduksi gas industri seperti Argon, Nitrogen, dan Oksigen.(Imr)

























