Gresik, metropantura.id
Pemerintah Kabupaten Gresik mencatat peningkatan signifikan pada perolehan pajak sektor makanan dan minuman selama pertengahan tahun 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif di tengah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya stabil.
Data Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari sektor makanan dan minuman telah mencapai 55 persen dari target tahun ini.
Selain itu, penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) meningkat sebesar 50 persen, dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 55 persen.
Peningkatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Dalam kegiatan yang digelar BPPKAD di Resto Wizz Me Gresik, Selasa (8/7/2025), pemerintah memberikan doorprize kepada sejumlah wajib pajak yang dinilai aktif dan taat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyatakan bahwa kepatuhan wajib pajak tidak hanya mendukung stabilitas fiskal daerah, tetapi juga berperan penting dalam mendanai berbagai program pembangunan.
“Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bersama. Kita ajak pelaku UMKM makanan dan minuman, juga pemilik restoran, untuk terus bersinergi dengan pemerintah,” kata Bupati Yani dalam sambutannya.
Bupati menegaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari sektor pajak akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
“PAD itu dari rakyat dan untuk rakyat Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yani juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam sistem pelayanan publik.
Menurutnya, inisiatif tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sistem layanan agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami berkeinginan membangun pusat AI pada 2026 untuk konsolidasi pelayanan di Kabupaten Gresik. Dengan adanya AI, diharapkan berbagai layanan bisa lebih cepat dan akurat,” ujarnya.
Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik, Andhy Hendro Wijaya, menyatakan bahwa secara umum kondisi ekonomi lokal masih stabil. Meskipun beberapa sektor menunjukkan perlambatan, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), sektor lain justru menunjukkan pertumbuhan.
“Kalau kita lihat dari sisi BPHTB memang ada perlambatan. Tapi PBJT makanan dan minuman menunjukkan tren positif. Ini menandakan sektor kuliner dan UMKM masih sangat tangguh,” kata Andhy.
Kepala BPPKAD Gresik berharap kegiatan apresiasi ini dapat menumbuhkan kesadaran pajak di kalangan pelaku UMKM, serta membentuk budaya taat pajak di kalangan pelaku ekonomi digital dan generasi muda.(Imr)
























