Gresik, metropantura.id
Anggota DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Vokasi Kabupaten Gresik, Selasa (3/6/2025) siang. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program peningkatan keterampilan kerja yang diinisiasi Kadin Institute itu berjalan sesuai harapan, khususnya di wilayah industri seperti Gresik.
La Nyalla disambut langsung oleh Ketua Kadin Gresik Mohammad Choirul Rizal dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Gresik Zainul Arifin.
Dalam pertemuan tersebut, ketiganya membahas sejumlah isu strategis terkait kebutuhan tenaga kerja terampil di kota industri.
“Rumah Vokasi adalah bagian dari solusi untuk menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga kerja siap pakai. Saya ingin memastikan program ini berjalan optimal,” kata La Nyalla usai diskusi di lokasi.
Selain meninjau langsung proses pelatihan dan peningkatan keterampilan di Rumah Vokasi, La Nyalla juga melanjutkan kunjungan ke UPT Balai Latihan Kerja (UPT BLK) milik Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik.
La Nyalla juga menyatakan dukungannya terhadap dua lembaga tersebut sebagai motor penggerak peningkatan kualitas SDM.
Sementara itu, Ketua Kadin Gresik, Mohammad Choirul Rizal, menyampaikan bahwa Rumah Vokasi saat ini tengah fokus pada program sertifikasi bagi lulusan SMK. Salah satunya adalah pelatihan kejuruan pengelasan bersertifikasi BNSP.
“Saat ini kami mendukung sertifikasi BNSP (P3) Kejuruan Las bagi 30 siswa SMK lulusan 2025 dengan kualifikasi Welder 3G. Ke depan, sektor lain juga akan kami garap,” jelas Choirul.
Rizal menjelaskan, langkah ini sejalan dengan kebutuhan dunia industri di Gresik yang terus berkembang, serta menuntut tenaga kerja dengan skill spesifik dan terukur.
Kadisnaker Kabupaten Gresik Zainul Arifin menyambut baik kunjungan Ini. Kunjungan DPD RI ke UPT BLK gresik dan rumah vokasi gresik, perkuat sinergi industri pemerintah dan pelaku usaha untuk penyiapan tenaga berkompeten.
Ia menilai peningkatan sumber daya manusia khususnya di Kabupaten Gresik merupakan hal yang wajib dan tidak tidak bisa dilakukan sendiri.
“Untuk mensingkronkan banyaknya pelatihan dengan kebutuhan industri, perlu dilakukan kerjasama dengan Kadin sebagai fasilitator agar bisa memaksimalkan serapan tenaga kerja,” Ujarnya.
Zainul Arifin berharap, dunia industri bisa mendukung dan turut berkontribusi dalam sarana dan prasaran untuk pelatihan peningkatan keterampilan kerja.(Joe)

























