Bojonegoro, metropantura.id
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono perdana memimpin apel bersama jajaran ASN, Rabu (5/3/2025) di halaman Pendopo Malowopati. Apel pagi ini, Bupati didampingi Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah. Bupati mengajak seluruh ASN agar bekerja dengan baik, bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan harapan besar masyarakat.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, kemenangan dalam pemilu menunjukkan harapan masyarakat yang sangat tinggi. Sehingga besar harapannya di seluruh jajaran untuk saling bersinergi dan berkolaborasi dalam memenuhi harapan masyarakat.
Bupati Wahono juga menyampaikan beberapa arahan untuk lima tahun ke depan. Pertama terkait organisasi yang sehat, meliputi kedamaian dan memiliki pemimpin yang bertanggung jawab. Utamanya kepala dinas, kepala bagian hingga camat. Kedua, memiliki tujuan atau visi misi yang jelas.
Minggu lalu Bu Wabup telah memaparkan visi-misi Bojonegoro dalam lima tahun ke depan. Sehingga saya hari ini menyampaikan Arah selanjutnya.
“Saya dan Bu Nurul ini satu. Sehingga keputusan dan kebijakan yang diimplementasikan adalah satu kesatuan,” tegasnya.
Sebagai pemimpin, Bupati Wahono juga mengingatkan kembali ciri-ciri organisasi sehat. Pertama, komunikasi terbuka dan jelas dalam urusan pekerjaan. Sehingga diperlukan dialog dua arah secara profesional. Kedua, memberikan instruksi yang jelas. Ketiga, membangun budaya kerja positif.
“Keempat, memiliki modal kepemimpinan yang kuat dan inspiratif. Ini harus dibangun terutama mulai dari OPD, meliputi kepala dinas, kepala badan, hingga camat. Berilah contoh yang baik dan membangun suasana yang baik. Dari awal komunikasi harus terbuka dan jelas,” tuturnya.
Oleh karena itu, lanjut Bupati, pemimpin harus mampu memberikan dukungan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan. Bentuk pengembangan diri tidak hanya didapat dari institusi formal, tetapi juga informal seperti mampu memberikan ide-ide baru yang tidak melanggar aturan.
Kelima, kolaborasi antar dinas. Pihaknya ingin sinergi ini berjalan baik, terutama terkait perencanaan hingga perizinan.
“Keenam, tujuannya jelas dan diukur. Penyerapan daerah dengan APBD yang besar perlu diukur dan harus ada kajian berdasarkan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Untuk Arah ketujuh mampu beradaptasi dan menghadapi tantangan eksternal maupun internal. Kata kunci ASN, tidak boleh melawan aturan. Ini awal yang baik untuk niat yang baik.
Terakhir, terkait pemberian penghargaan, Bupati Wahono mengatakan, hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pimpinan untuk memberikan penghargaan di luar tunjangan kinerja. Bagi yang tampil dengan baik dan berkompetensi, ada tambahan kehormatan dan penghargaan.
“Mari sama-sama berkomitmen membangun Bojonegoro dan bekerja dengan baik agar harapan masyarakat dapat kita wujudkan. Dengan tujuan, masyarakat lebih sejahtera. Mari komunikasi kita bangun, meningkatkan kinerja, membangun suasana kerja positif agar kerja menjadi nyaman, sehat dan membahagiakan,” tegasnya.
Wahono juga transmisi pada semua OPD terutama kepala dinas, kepala bagian hingga camat untuk menghubunginya baik melalui pesan teks atau telepon.
“Jika ada yang mendesak akan saya respon lebih awal. Saya bebaskan. Bila butuh keputusan cepat juga bisa segera datang ke rumah dinas. Komunikasi seperti ini tidak saya halangi karena ini semata-mata untuk meningkatkan kinerja dan tata kelola yang baik,” imbuhnya.(*/red)























