Gresik, metropantura.id
Ratusan warga Desa Metatu, Kecamatan Benjeng ramai-ramai ngeluruk PT. Metatu Nusantara Jaya (MNJ), Selasa (14/3/2023) malam. Pemicunya, warga merasa terganggu dengan aroma tidak sedap yang keluar dari limbah pabrik pengolahan baru bara tersebut. Bau tak sedap bahkan masuk ke permukiman mereka.
Begitu warga sampai di areal perusahaan, mereka merangkak masuk untuk menemui pihak menagemen perusahaan, meski dijaga puluhan petugas kepolisian.
Para pendemo menuntut agar seluruh aktivitas perusahaan dihentikan, karena sangat mengganggu warga, terutama anak-anak.
Aksi sempat diwarnai ketegangan antara warga dan pihak karyawan perusahaan lantaran saling beradu argumentasi, kedua belah pihak bahkan saling tunjuk. Beruntung, situasi yang memanas itu bisa segera terkendali dengan kesigapan petugas kepolisian.
Kapolsek Benjeng Iptu Alimin Tunggal saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi unjuk rasa warga Desa Metatu ke PT. MNJ tersebut. Menurutnya, aksi warga ini dipicu permasalahan penyimpanan sementara sampah atau limbah.
“Sekitar jam 17.00 WIB ada warga yang datang ke lokasi PT. MNJ Metatu masalah penyimpanan sementara sampah / limbah. Sehingga terjadi ketegangan antara warga dengan salah satu karyawan PT. MNJ. Untuk saat ini sudah ditangani Sat Reskrim Polres Gresik,” kata Alimin.
Alimin menyebut, warga menginginkan agar seluruh aktivitas perusahaan dihentikan karena bau tak sedap dari limbah perusahaan tersebut sangat menggangu aktivitas dan kesehatan warga. Terlebih bagi anak-anak.
“Warga menuntut agar PT. MNJ menghentikan seluruh kegiatannya,” terangnya.
Aksi unjuk rasa ratusan warga tersebut berakhir setelah kedua belah pihak bertemu untuk melakukan audiensi. Hasilnya, pihak managemen perusahaan menyepakati tuntutan warga, yakni menghentikan seluruh aktivitas perusahaan.(sgg)

























