Gresik, metropantura.id
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung progres pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat Baru di Desa Raci Tengah Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik, Rabu (20/05/2026).
Pembangunan fasilitas pendidikan ini ditargetkan rampung pada Juni-Juli mendatang dan dapat langsung difungsikan untuk aktivitas belajar mengajar.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik ini merupakan bagian dari pembangunan tahap pertama yang sudah mencapai kurang lebih 60 persen, sekaligus menjadi salah satu daerah yang langsung mendirikan bangunan sekolah permanen.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yani didampingi oleh Kepala Dinas CKPKP Kabupaten Gresik Ida Lailatussa’diyah, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Fadli Subur Karamaha, S.Sos dan Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan dan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Selain itu, langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses serta mutu pendidikan bagi masyarakat.
Selama peninjauan, Bupati Yani memeriksa sejumlah bagian bangunan yang sedang dikerjakan. Ia juga berdialog dengan para pekerja serta pihak terkait mengenai perkembangan proyek tersebut.
“Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi ini merupakan langkah strategis dalam pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Selain itu atas nama Bupati dan Pemkab Gresik menyampaikan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas dibangunnya gedung sekolah rakyat.
“Kami Pemerintah Kabupaten Gresik dan juga mewakili masyarakat Kabupaten Gresik banyak mengucapkan terimakasih Kepada Bapak Presiden dan juga Bapak Menteri Sosial dalam mewujudkan sekolah rakyat yang ada di Sidayu ini.”ujarnya.
Gus Yani menambahkan, pihaknya sangat bahagia melihat progres yang sangat positip ini, inzaallah nanti selesai dibulan juni-juli akan ada siswa masuk mulai SD, SMP, dan SMA.
“Kemudian sekolah rintisan yang di awal juga akan digabungkan di sini dan menetap disini, dan kini sedang di identifikasi murid mulai dari SD, SMP dan SMA sesuai desil I. Karena sekolah rakyat tidak ada pendaftaran dan seluruhnya murni dari keluarga miskin.” tambahnya.
“Kami sangat mengapresiasi karena ini program yang sangat mulia program dimana Pak Presiden ingin memuliakan warga yang kurang mampu dipendidikan yang bertarap internasional.”pungkasnya.(sgg)
























