Gresik, metropantura.id
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik memilih jalan yang tidak sekadar ritual, melainkan spiritual dan sosial. Melalui program “Lebaran Yatim & Difabel 2025”, Kemenag Gresik berhasil mengirimkan 1000 bingkisan cinta kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh penjuru Gresik, Jumat (4/7/2025).
Dengan rincian:769 paket dari ASN Kemenag Gresik, 40 paket dari BAZNAS, 75 dari LAZ, dan 116 dari madrasah swasta.
Acara ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah deklarasi cinta dan keadilan sosial. Di tengah sorotan Muharram sebagai bulan penuh keberkahan, Kemenag Gresik bersama BAZNAS, 12 Lembaga Amil Zakat, serta ratusan ASN, guru madrasah, penyuluh agama, dan penghulu, menyalurkan bantuan nyata ke titik-titik harapan: Aula Kantor Kemenag Gresik, seluruh KUA, MAN dan MTsN Gresik, hingga madrasah-madrasah swasta.
Bingkisan senilai Rp200.000,-per anak ini berisi perlengkapan sekolah, susu,dan snack hadiah kecil yang memantik senyum besar. Sejak 1-4 Juli 2025, mereka dibagikan langsung oleh para ASN, guru, dan penyuluh di tempat masing-masing.
Kepala Kantor Kemenag Gresik, H.Pardi, menegaskan bahwa ini bukan kegiatan biasa, melainkan bagian dari gerakan nasional Peaceful Muharram 1447 H dan peluncuran program “Jejak Keabadian Zakat dan Wakaf”. “Karena zakat bukan sekadar kewajiban, tapi jalan keabadian. Karena wakaf bukan sekadar amal, tapi warisan peradaban,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
lbu Nelly Afroh selaku Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf menyampaikan apresiasi yang mendalam: “Terima kasih kepada seluruh ASN, BAZNAS, LAZ, dan semua pihak yang terlibat, semoga semua kebaikan dan keberkahan kembali kepada kita semua”.
Sementara Kepala Cabang Yayasan Nurul Hayat (NH) Gresik Sholikhul Amin menyambut baik kegiatan sosial Kemenag Gresik bertajuk Gerakan Nasional Peaceful Muharram 1447 H dan Peluncuran Program “Jejak Keabadian Zakat dan Wakaf”.
Kegiatan ini tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi juga menebarkan semangat “Satu Kesetaraan, Sejuta Harapan, Meraih Keberkahan. “Sebuah pesan lembut dari Gresik untuk Indonesia: bahwa negara hadir, lewat agama yang peduli dan menyentuh hati.
Mereka yang hadir di acara puncak pada Jumat, 4 Juli 2025, pukul 13.30-15.00 WIB, di Aula Kemenag Gresik, menyaksikan bahwa cinta bisa dikemas dalam bingkisan sederhana, asal dibungkus keikhlasan. Karena setiap senyum yatim adalah doa yang menjulang. Dan setiap langkah kita adalah tapak sejarah. (dth)

























